Lagi Pancaroba, Kok Badan Jadi Gampang Capek?
Pagi-pagi matahari terik banget, siangnya langit mendung, tiba-tiba sore sampai malam turun hujan. Kalau belakangan ini cuaca di tempatmu begitu, selamat datang di musim pancaroba!
Menurut BMKG, per pertengahan Oktober 2026 baru sekitar 7,6% wilayah Indonesia yang sudah masuk musim hujan, kebanyakan di Aceh dan Sumatera Utara. Sementara itu, sekitar 76,2% wilayah masih berada di musim kemarau, termasuk hampir seluruh Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, serta sebagian besar Kalimantan dan Sulawesi. Di Jabodetabek, musim hujan diperkirakan baru meluas sekitar awal November, sedangkan BMKG Jawa Tengah memperkirakan pancaroba di wilayahnya dimulai pertengahan Oktober.
BMKG menggambarkan ciri khas masa peralihan ini dengan jelas: pagi yang cerah bisa berubah mendung di siang hari, lalu hujan turun dari sore hingga malam. Nah, perubahan cuaca yang serba cepat ini ternyata bisa bikin badan ikut bingung, sampai-sampai terasa gampang capek.
Kenapa Badan Gampang Capek Saat Pancaroba?
1. Perubahan Cuaca Bikin Daya Tahan Tubuh Kewalahan
Menurut dr. Yohan Samudra, Sp.GK, AIFO-K, dokter spesialis gizi klinik, perubahan cuaca yang mendadak saat pancaroba bisa melemahkan daya tahan tubuh sekaligus mempercepat perkembangbiakan kuman, virus, dan bakteri. Orang yang kurang istirahat, sedang stres, atau punya asma dan alergi jadi lebih rentan.
Nggak heran kalau saat pancaroba banyak orang terserang flu, pilek, ISPA, diare, sampai demam berdarah (DBD). Saat tubuh sedang melawan kuman, rasa lelah sering jadi sinyal pertamanya.
2. Siang Terik Bikin Dehidrasi
Panas terik di siang hari bikin tubuh kehilangan banyak cairan lewat keringat. Masalahnya, kita sering nggak sadar kalau sudah kurang minum.
Penelitian Ganio dkk. (2011) di British Journal of Nutrition menemukan bahwa dehidrasi ringan, yaitu kehilangan cairan hanya sekitar 1,6% dari berat badan, sudah bisa meningkatkan rasa lelah secara signifikan, baik saat istirahat maupun saat beraktivitas. Rasa tegang dan cemas juga ikut naik.
3. Malam Gerah, Tidur Jadi Nggak Nyenyak
Udara malam yang masih gerah juga berpengaruh. Studi Minor dkk. (2022) di jurnal One Earth yang menganalisis sekitar 7 juta catatan tidur dari 47.000 orang di 68 negara menemukan bahwa pada malam bersuhu di atas 30°C, waktu tidur berkurang rata-rata sekitar 14 menit. Suhu panas membuat kita lebih lambat terlelap dan lebih cepat terbangun. Kelihatannya sepele, tapi kalau terjadi berhari-hari, kurang tidur ini bisa menumpuk dan bikin badan terasa capek terus.
Kok Pegal Linu Jadi Ikut Kambuh?
Selain capek, banyak orang juga merasa pegal linu atau nyeri sendi lebih sering muncul saat cuaca sedang lembap. Ternyata, ini bukan cuma perasaan.
Studi "Cloudy with a Chance of Pain" oleh Dixon dkk. (2019) di jurnal npj Digital Medicine melibatkan 2.658 peserta yang mencatat rasa nyerinya setiap hari lewat aplikasi selama sekitar 6 bulan. Hasilnya:
Kelembapan udara yang tinggi adalah faktor cuaca yang paling kuat kaitannya dengan rasa nyeri yang memburuk.
Tekanan udara rendah dan angin kencang juga dikaitkan dengan hari-hari yang terasa lebih nyeri.
Pada hari yang lembap, berangin, dan bertekanan rendah, peluang mengalami hari yang lebih nyeri sekitar 20% lebih tinggi dibanding hari biasa.
Sebagian besar peserta studi ini memang penderita radang sendi, dan hasilnya menunjukkan keterkaitan, bukan sebab-akibat langsung. Tapi temuan ini sejalan dengan pengalaman banyak orang yang merasa badannya lebih pegal saat cuaca lembap dan berangin, persis seperti suasana pancaroba.
Ditambah lagi, kurang tidur ternyata juga bikin tubuh lebih sensitif terhadap rasa nyeri. Tinjauan Finan dkk. (2013) di The Journal of Pain menyimpulkan bahwa gangguan tidur bisa memprediksi munculnya rasa nyeri. Jadi, malam yang gerah dan tidur yang nggak nyenyak bisa bikin pegal linu terasa makin berat.
Tips Biar Tetap Fit Selama Pancaroba
Minum air yang cukup, terutama saat siang terik. Jangan tunggu haus dulu baru minum.
Bikin tidur lebih nyaman. Atur sirkulasi udara kamar, pakai kipas atau buka ventilasi, dan usahakan tidur sekitar 7 jam per malam.
Makan bergizi. dr. Yohan menyarankan asupan sumber protein seperti susu, serta buah-buahan untuk energi dan serat.
Kelola stres dan istirahat yang cukup, karena tubuh yang kelelahan lebih mudah sakit.
Tetap aktif bergerak dan rutin peregangan supaya otot nggak kaku.
Pantau prakiraan cuaca dari BMKG dan selalu sedia payung atau jas hujan, apalagi kalau banyak beraktivitas di luar ruangan.
Kapan Capek Perlu Diperiksakan?
Rasa capek biasa umumnya membaik setelah istirahat cukup. Tapi karena pancaroba juga musimnya berbagai penyakit, segera periksa ke dokter kalau rasa capek disertai:
Demam tinggi yang muncul mendadak, terutama saat mulai sering hujan. Waspadai kemungkinan demam berdarah.
Batuk, pilek, sakit tenggorokan, atau sesak napas yang nggak kunjung membaik.
Diare yang berulang.
Badan lemas berat yang nggak membaik meski sudah istirahat.
Kalau badan sudah terasa pegal linu setelah seharian beraktivitas di tengah cuaca yang nggak menentu ini, kamu bisa coba Sorehat dari Lestari Herbal Nusantara. Sorehat adalah kapsul herbal yang membantu meredakan pegal linu, nyeri otot, dan nyeri persendian.
Ingat, Sorehat membantu meredakan pegal linu, tapi tetap perlu dibarengi minum cukup, tidur nyenyak, dan makan bergizi supaya badan benar-benar fit. Kalau capek disertai demam atau gejala lain, segera periksa ke dokter, ya.
Pancaroba memang bikin badan gampang capek, mulai dari daya tahan tubuh yang kewalahan, kurang minum di siang terik, sampai tidur yang terganggu karena malam gerah. Cuaca lembap juga bisa bikin pegal linu terasa lebih sering.
Cukupi cairan, tidur yang nyaman, makan bergizi, tetap bergerak, dan siapkan Sorehat supaya pegal linu nggak mengganggu aktivitasmu selama musim peralihan ini!
Referensi
BMKG. Daftar wilayah RI yang masuk musim hujan Oktober 2026 (16 Oktober 2026). CNBC Indonesia
BMKG. Jakarta masih kemarau hingga akhir Oktober, warga diminta waspadai cuaca pancaroba (5 Oktober 2026). Suara Desa
BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Tengah. Musim hujan Jateng mundur, BMKG ingatkan pancaroba (1 Oktober 2026). GoNews
dr. Yohan Samudra, Sp.GK, AIFO-K. Pentingnya jaga daya tahan tubuh selama musim pancaroba (13 Mei 2026). Antara · Liputan6
Ganio, M.S. dkk. (2011). Mild dehydration impairs cognitive performance and mood of men. British Journal of Nutrition, 106, 1535–1543. Cambridge University Press
Minor, K. dkk. (2022). Rising temperatures erode human sleep globally. One Earth. FOX 9
Dixon, W.G. dkk. (2019). How the weather affects the pain of citizen scientists using a smartphone app. npj Digital Medicine, 2, 105. University of Manchester
Finan, P.H., Goodin, B.R. & Smith, M.T. (2013). The association of sleep and pain: an update and a path forward. The Journal of Pain. PMC
Garcia, R. dkk. (2015). Anti-inflammatory and analgesic activities of Cymbopogon citratus in vivo. Research Journal of Medicinal Plant. Universidade Católica Portuguesa
Phitak, T. dkk. (2009). The effects of p-hydroxycinnamaldehyde from Alpinia galanga extracts on human chondrocytes. Phytochemistry. Dikutip di IJPPS
Informasi pada halaman ini tidak menggantikan konsultasi dengan tenaga kesehatan.
