Hari Arthritis Sedunia: Cegah Radang Sendi Sebelum Terjadi
12 Oktober adalah hari memperingati Hari Arthritis Sedunia. Momen ini adalah waktu yang pas untuk kita mulai peduli sama sendi kita, sebelum keluhannya datang. Maka dari itu, ayo kita cegah dari sekarang!
Arthritis atau radang sendi sebenarnya istilah umum untuk lebih dari 100 jenis gangguan sendi. Tiga yang paling sering terjadi:
Osteoartritis (pengapuran sendi), yaitu kondisi ketika bantalan tulang rawan di sendi menipis atau aus. Paling sering menyerang lutut, lalu pinggul dan tangan.
Rheumatoid arthritis (RA), penyakit autoimun ketika sistem imun justru menyerang lapisan sendi sendiri. Biasanya menyerang sendi kecil di tangan dan kaki secara simetris.
Gout atau asam urat, peradangan akibat penumpukan kristal asam urat di sendi. Sering muncul mendadak di jempol kaki.
Menurut Dr. dr. Sumartini Dewi, Sp.PD-KR, konsultan reumatologi dari RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung, masih banyak orang yang belum bisa membedakan radang sendi dengan nyeri sendi biasa. Radang sendi bukan sekadar pegal. Sendi bisa terlihat bengkak, kemerahan, dan terasa hangat, disertai kaku di pagi hari yang nggak kunjung hilang meski sudah istirahat.
Perlu diingat, nggak semua radang sendi bisa dicegah sepenuhnya. Faktor seperti usia, genetik, dan jenis kelamin perempuan memang nggak bisa diubah. Tapi kita tetap bisa menurunkan risikonya lewat kebiasaan sehari-hari.
5 Cara Cegah Radang Sendi Sejak Sekarang
1. Jaga Berat Badan Ideal
Lutut adalah sendi yang paling sering terkena osteoartritis, dan berat badan berlebih adalah salah satu bebannya. WHO menyebut obesitas secara khusus menaikkan risiko osteoartritis lutut dan pinggul.
Kabar baiknya, sedikit penurunan berat badan sudah berdampak besar. Penelitian Messier dkk. (2005) di jurnal Arthritis & Rheumatism menemukan bahwa setiap 1 kg berat badan yang turun mengurangi beban pada lutut sekitar 4 kg setiap kali melangkah.
2. Aktif Gerak dan Olahraga
Banyak yang mengira olahraga bikin sendi cepat aus. Faktanya justru sebaliknya. Meta-analisis Alentorn-Geli dkk. (2017) terhadap lebih dari 114.000 orang menemukan:
Pelari rekreasi: osteoartritis pinggul atau lutut hanya 3,5%
Orang yang jarang bergerak: 10,2%
Pelari kompetitif dengan latihan sangat berat: 13,3%
Artinya, olahraga dengan porsi wajar justru melindungi sendi. Otot yang kuat bekerja seperti "peredam kejut" alami untuk sendi. Pilih aktivitas yang kamu suka, seperti jalan cepat, jogging santai, bersepeda, atau berenang.
3. Jangan Sepelekan Cedera Sendi
Keseleo saat main futsal atau badminton sering dianggap sepele. Padahal, tinjauan Poulsen dkk. (2019) di British Journal of Sports Medicine menemukan risiko osteoartritis lutut naik 4–6 kali lipat setelah cedera ligamen (ACL) atau meniskus.
Biasakan pemanasan sebelum olahraga, pakai teknik dan sepatu yang tepat, dan tuntaskan pemulihan cedera sebelum kembali bertanding.
4. Berhenti Merokok
Rokok bukan cuma merusak paru-paru, tapi juga dikaitkan dengan risiko rheumatoid arthritis. Meta-analisis Sugiyama dkk. (2010) di Annals of the Rheumatic Diseases menemukan risiko RA sekitar 1,9 kali lebih tinggi pada pria perokok dan 1,3 kali pada perempuan perokok. Risikonya paling tinggi pada perokok berat.
5. Kurangi Minuman Manis
Teh manis kemasan dan minuman bersoda memang menggoda, tapi pemanisnya (fruktosa) bisa meningkatkan kadar asam urat. Studi Choi & Curhan (2008) di BMJ terhadap 46.393 pria menemukan minum 1 porsi minuman bersoda manis per hari meningkatkan risiko gout sekitar 45%, dan 2 porsi atau lebih per hari sekitar 85%. Ganti dengan air putih supaya tubuh tetap terhidrasi.
Kenali Tanda Bahayanya
Deteksi dini adalah kunci, karena pengobatan radang sendi paling efektif kalau dimulai lebih awal. Dr. Sumartini Dewi menyarankan segera periksa ke dokter spesialis penyakit dalam konsultan reumatologi (Sp.PD-KR) kalau kamu mengalami:
Sendi bengkak, kemerahan, atau terasa hangat.
Kaku di pagi hari yang mengganggu aktivitas dan nggak hilang dengan istirahat.
Keluhan sendi lebih dari 2 minggu yang nggak membaik dengan obat pereda nyeri biasa.
Nyeri sendi disertai demam, lemas, atau pucat tanpa sebab jelas.
Jangan malu atau menunda periksa hanya karena merasa masih muda. Penyakit reumatik bisa menyerang siapa saja, termasuk usia produktif.
Setelah seharian beraktivitas, wajar kalau sesekali muncul pegal linu atau nyeri di persendian. Untuk membantu meredakannya, kamu bisa konsumsi Sorehat dari Lestari Herbal Nusantara, kapsul herbal yang diracik dari empat rempah Nusantara:
Lengkuas (Alpinia galanga), yang dalam penelitian laboratorium diteliti karena kemampuannya membantu melindungi tulang rawan sendi.
Minyak jinten hitam (Nigella sativa), rempah yang dikenal luas karena sifat antiradangnya.
Sereh (Cymbopogon citratus), yang mengandung senyawa polifenol seperti flavonoid dan tanin.
Pala (Myristica fragrans), rempah yang secara tradisional dipakai untuk meredakan nyeri.
Hari Arthritis Sedunia mengingatkan kita bahwa sendi yang sehat adalah modal untuk terus bergerak dan mengejar mimpi. Kamu nggak perlu menunggu nyeri datang untuk mulai peduli. Jaga berat badan, rutin bergerak dan berolahraga, jauhi rokok, dan kurangi minuman manis.
Referensi
Hellmi, R.Y. (2021). Diagnosis dan Pengelolaan Osteoartritis: Lutut, Tangan dan Panggul. Jakarta: Perhimpunan Reumatologi Indonesia. Katalog UMS
EULAR. World Arthritis Day 2025–2026 #RMDreams. EULAR
World Health Organization. Osteoarthritis fact sheet. WHO
Riskesdas 2018, dikutip dalam karya ilmiah Poltekkes Kemenkes Malang. Poltekkes Malang
Dr. dr. Sumartini Dewi, Sp.PD-KR, M.Kes. Hari Arthritis Sedunia ingatkan kewaspadaan pada radang sendi. Antara
Messier, S.P. dkk. (2005). Weight loss reduces knee-joint loads in overweight and obese older adults with knee osteoarthritis. Arthritis & Rheumatism, 52, 2026–2032. Relias Media
Alentorn-Geli, E. dkk. (2017). The association of recreational and competitive running with hip and knee osteoarthritis. Journal of Orthopaedic & Sports Physical Therapy, 47(6), 373–390. Braceworks
Poulsen, E. dkk. (2019). Knee osteoarthritis risk is increased 4–6 fold after knee injury. British Journal of Sports Medicine, 53(23), 1454–1463. University of Aberdeen
Sugiyama, D. dkk. (2010). Impact of smoking as a risk factor for developing rheumatoid arthritis. Annals of the Rheumatic Diseases, 69(1). BMJ
Choi, H.K. & Curhan, G. (2008). Soft drinks, fructose consumption, and the risk of gout in men. BMJ, 336, 309. BMJ
Phitak, T. dkk. (2009). The effects of p-hydroxycinnamaldehyde from Alpinia galanga extracts on human chondrocytes. Phytochemistry. Dikutip di IJPPS
Topical Nigella sativa oil and acetaminophen on knee osteoarthritis pain (2016). Electronic Physician. PMC
Garcia, R. dkk. (2015). Anti-inflammatory and analgesic activities of Cymbopogon citratus in vivo. Research Journal of Medicinal Plant. Universidade Católica Portuguesa
Informasi pada halaman ini tidak menggantikan konsultasi dengan tenaga kesehatan.
